Aku dan kamu.. bagai bintang dan matahari.. berada dalam satu langit, tapi tak bisa bersinar bersama.. atau,akankah langit yang kita pijak memang berbeda?
Senin, 16 Juli 2012
Confeitto - Windhy Puspitadewi
"apabila cinta memanggilmu, ikutilah dia, walau jalannya terjal dan berliku-liku.
dan apabila sayapmu merangkummu, pasrahlah serta menyerahlah, walau pedanng tersembunyi di sela sayap itu melukaimu.
dan jika dia bicara kepadamu, percayalah, walau ucapannya membuyarkan mimpimu, bagai angin utara mengobrak abrik taman.
cinta tak memberikan apa pun, kecuali dari dirinya sendiri.
cinta tidak memiliki ataupun dimilikii, karena cinta telah cukup untuk cinta.
dan juga jangan mengira, bahwa engkau dapat menentukan arah jalannya cinta, karena cinta, apabila telah memilihmu, dia akan menentukan perjalanan hidupmu"
tulisan di atas merupakan pengantar yg saya kutip dr sang nabi nya Gibran.
hmm disini, saya ingin menyampaikan sesuatu, apa yg pernah dituliskan oleh orang yg saya idolakan. mengenai masa lalu saya yg bisa dikatakan cukup mendung untuk dilihat, cukup menyakitkan untuk dikenang, tapi cukup membuat saya tersenyum karena telah membuat saya lebih bijak dalam bertindak, dan lebih dewasa dalam berpikir.. amiin
masa lalu tidak untuk dilupakan, justru untuk diingat agar kita bisa mendapatkan pelajaran darinya dan tidak mengulangi kesalahan yg sama. bukankah keledai saja gak bodoh2 amat untuk jatuh ditempat yg sama?
tak perlu kujelaskan lebih lanjut mengenai masa laluku, karena kalian pasti tau betul bagaimana jalan ceritanya, bagaimana alurnya. pesanku untuk kalian dari kesalahan masa lalu yg telah kubuat adalah: JUST BE URSELF!!
tidak ada yg menyukai kepura-puraan, bahkan bisa lebih gawat jika akhirnya kepura-puraanmu itu terbongkar, meski kau telah berusaha untuk mengakuinya sendiri, dan mencegah seseorang untuk tau dari orang lain. jangan pernah takut jika temanmu, sum1 yg kau sayang akan menjauhimu setelah tau yg sebenarnya, karena itu berarti mereka tidak sungguh2 mencintaimu, menyayangimu. harusnya kau bersyukur jika kau mengetahuinya lebih awal, sebelum kau jatuh lebih dalam. karena teman yg baik akan menerima dirimu apa adanya, begitu juga orang yg kamu sayang yg memang mencintaimu dg tulus
kalian bisa belajar dr kesalahan yg pernah kulakukan agar kalian tidak berbuat kesalahan yg sama. bukankah orang bijak pernah berkata learn from mistakes of others and u don't need to make them all urself.. cintai diri kalian sebelum mencintai orang lain, karena dg mencintai diri kalian, kalian akan dapat melihat dunia dari sisi yg lebih indah.
arigatou gozaimasu, iro iro osewa ni natte..
semangat guys!! :D
Cerita Seorang Teman
Temanq, kamu adalah teman terbaikq. Mungkin kamu gak akan pernah menyadarinya, tapi yg pasti kau adalah teman istimewa dalam hidupq. Yg memberi hidupq banyak sekali warna, hingga menangis, tertawa, terluka pernah kita rasakan bersama. Ah kau, aq merindukanmu.
hari ini, aq ingin bercerita, menceritakan sosok teman yg sangat istimewa, sangat berarti hingga pernah aq bermimpi bahwa aq akan memilikinya suatu hari nanti. Namun semuanya hanyalah mimpi, dan aku harus kembali bangun dan kembali pada kehidupan nyataq, melanjutkan hidup dg mimpi2 bersamanya yg tak mungkin bisa q jadikan kenyataan.
Taukah kamu? Siapa motivator terbesarq sampai akhirnya aku bisa menjadi seperti ini (selain orang tua dan keluargaq)? Yap, jawabannya adalah kamu. KAMU!!
Masih q ingat secara jelas pada masa SMA dulu, saat aq merasakan perasaan berbeda terhadapmu, perasaan yg q anggap hanya sebatas rasa kagum terhadap seorang teman baru, karena keceriaannya, karena senyumnya, dan karena kebaikannya. Saat itu aq mengacuhkan perasaanq, ku pikir itu hanyalah perasaan sesaat yg tak mungkin terus ada, selain karena aq tak mengenalmu, tapi jg karena kita beda sekolah, pertemuan itu tidak akan pernah sering terjadi.
Sampai pada suatu saat, aq merasakan perasaan itu cukup besar, saat kami berada dalam suatu suasana yg sama,suasana yg begitu menyenangkan. Saat itu aq mulai sadar, perasaan itu cukup besar untuk diabaikan. Tapi aq bisa apa? Aq hanya bisa memandangmu diam2, menikmati wajahmu sendiri tanpa ada yg mengetahuinya. Hingga pada hari itu, ada seorang temanq, yg satu sekolah denganmu, secara tidak sengaja bercerita tentang kamu. Dia mengatakan bahwa orang2 seperti kamu adalah tipe orang yg memandang seseorang hanya dari otaknya, bagaimana seseorang itu bisa terlihat sangat manis dengan otaknya yg cemerlang. Jangankan pada orang2 diluar sekolahmu, pada teman sekolahmu sendiripun kamu enggan menyapa, jika dia bukan tipe orang yg bisa dianggap layak untuk berteman denganmu.
Mendengar cerita itu, perih rasanya. Orang yg q kagumi seperti itu, tp perasaan suka yg mungkin menjurus pada perasaan sayang itu menolak untuk pergi dari kehidupanq. Terlebih, pernah q lihat kamu pulang sekolah dg seorang gadis cantik yg q yakini sebagai pacar kamu (dan memang benar) sedang ngambek sama kamu, sedih rasanya melihat tingkahmu yg kerepotan mengatasi ulahnya, hingga akhirnya waktu itu keluar air mata, yg tak sempat q cegah. Seseorang berkata bahwa cinta itu merdeka. Bebas memilih tumbuh dan berkembang di tempat yg diinginkannya, aq tak bisa menngusirnya, aq tak mampu mematikannya, aq tak kuasa membusukkannya, sebab dia memiliki rohnya sendiri. Dari situlah, aq mencoba berubah demi kamu.
Berubah. Haha konyol kedengarannya. Tapi demi kamu aq rela, aq rela melakukan apapun untukmu. Waktu itu aq merasa tidak akan pernah bisa jadi temanmu, karena aq merasa belum pantas. Aq merasa kamu gak akan mau menerimaq untuk jd temanq. Akhirnya aq belajar keras, aq belajar agar aq bisa setara dengan orang2 yg kau anggap layak dijadikan sebagai teman. Aq ingin meraihmu, aq ingin membuktikan bahwa aq pantas berteman dgmu. Well, akhirnya selain belajar dr ilmu yg q terima dr sekolah, aq jg belajar dr semua orang. Belajar menganalisis orang, belajar membaca pikiran orang dr sorot matanya, belajar dunia luar dan berbagai bahasa asing dr saudaraq yg kuliah di Harvard. Gak terlalu berhasil memang, karena aq gak banyak bisa, tp setidaknya sedikit2 aq mengerti. Sampai pd kelulusan SMA, aq mengikuti SNMPTN tanpa persiapan yg berarti. Jujur, aq memang enggan mengikuti les sana sini yg - aq yakin – banyak siswa ikuti karena mereka ingin diterima di PTN yg mereka inginkan (sebelumnya, aq pernah terobsesi untuk masuk Undip, tp karena terlalu jauh dr jangkauan orang tua, q putuskan untuk mundur). Aq tidak mengikutinya karena aq ingin menguji seberapa besar kemampuan yg telah q miliki, bukan q sombong, aq hanya ingin membuktikan bahwa yg q pelajari selama ini tidak pernah q sia2kan, pengorbananq buat kamu ada hasilnya. Dan ya, aq berhasil. Meski banyak yg mengatakan bahwa itu bisa didapatkan karena ‘faktor luck’, aq gak peduli, setidaknya aq sudah bisa membuktikan bahwa aq bisa setara dg kamu. Semua yg q lakukan untukmu, demi kamu. Agar kamu mau jadi temanq, agar kamu mau tau keberadaanq, dan jika kamu mendengar namaq disebut oleh seseorang, kau mau berkata ‘dia itu temanq’. Aq hanya ingin membuktikan bahwa q juga pantas berteman denganmu, layak bisa kau sejajarkan dengan teman2mu yg lain. Cinta memang membuat orang mempunyai beragam alasan untuk meraih sesuatu.
Aq memang gak pernah berniat untuk mengganggu hidupmu, dari dulu waktu kita masih SMA, aq hanya ingin mengagumimu dlm hati, dan membuktikan pada diri sendiri bahwa ya setidaknya aq bisa menyamakan derajat kita. Hingga akhirnya, kau datang dalam hidupq tanpa harus q undang. Senang? Pastinya. Aq gak pernah percaya yg namanya kebetulan, itu pasti takdir. Mungkin Tuhan sedang berbaik hati untuk memberiq hasil karena jerih payahq selama ini, Tuhan memang tidak pernah tidur. Dengan identitas yg q miliki, sebenarnya aq berniat sedikit bercentil ria kepadamu, sampai aq tau bahwa ternyata kau telah ‘bertunangan’. Hancur harapanq, tp ya sudahlah mungkin memang hanya bisa berteman, setidaknya itu sudah lebih dari cukup buatq.
Lalu q ucapkan terima kasih atas kehadiranmu kala itu, q pikir itu hanya sekedar basa basi yg tak mungkin dibalas olehmu. Tp prediksiq salah, kau membalasnya, mengajakq berteman, menjadikanq sebagai pendengar yg baik untuk masalahmu dg tunanganmu, hingga akhirnya aq terseret dalam kubangan cinta yg tak pernah bayangkan. Bukan q gak pernah berniat untuk mengakhirinya, tapi aq terlalu takut untuk kehilangan cintamu, aq terlalu takut kau akan pergi meninggalkanq, membuangq tanpa berpikir dua kali, seperti sekarang. Sudah pernah q coba berkali2, tapi perasaan ‘sayang’mu yg q pikir begitu polos dan tulus, membuatq merasa tertekan, antara tak ingin menyakiti dan kehilangan. Itulah yg menyebabkan q sering uring2an terhadapmu, inginq kau pergi tanpa harus tau identitasq, tp q rasa itu terlalu jahat, dan aq bukanlah orang jahat. Aq bukanlah pengecut yg gak mau mempertanggungjawabkan apa yg telah q perbuat, meski sakit harus q hadapi.
Q ulur waktu sampai akhirnya aq merasa siap, tp hingga detik ini aq tak pernah siap untuk kehilanganmu. Q pikir kau seorang yg nyaris sempurna. Bisa menjadi teman yg rela mendengar keluh kesahq, seorang sahabat yg berbagi suka dan duka bersama, bertengkar saat kita tak bisa sepaham, menasihatiq sebagai kakak, dan seorang kekasih yg memang kamulah yg q inginkan dr dulu. Sempurna yg manis, indah yg sederhana, hangat yg suam, hingga membuatq yakin lelaki ini memang layak untuk dicintai. Aq benar2 menginginkan kamu, lebih dr seorang teman.
‘tapi kini tak mungkin lagi, bagimu semua sudah tak berarti’, lagu ini, sangat menggambarkan jelas isi hatiq sekarang, sangat jelas dan gamblang. Saat kamu ternyata lebih memillih perempuan lain (aq lebih suka memanggilnya she dr pd namanya sendiri), memilih untuk menjauh dariq, bahkan menjawab SMSq saja enggan, dan q yakin kini kau telah membuang nomorq. Kau hanya menganggapq sebagai seorang pembohong yg mempermainkanmu, padahal gak seperti itu, tapi aq jg gak bisa memaksamu mengerti posisiq. Kau bebas berpikir seperti apa aq dimatamu. Dan aq, aq hanya bisa menyadari kenekatanq yg tolol untuk masuk lebih dalam ke dalam cintamu yg sebenarnya gak pernah ada untukq. Bodoh memang, tp salahkah jika aq hanya ingin mengikuti kata hati? Aq hanya ingin mengenal orang yg q sayang lebih dekat, berusaha menyangkal apa yg pernah diucapkan seorang teman, bahwa orang yg q sayang secara diam2 bukan seorang manusia picik yg pikirannya sempit seperti yg dia katakan, hanya itu.
Tapi kini, kamu memang gak mau berhubungan denganq lagi. Fine, kamu gak perlu menghindariq, karena aq cukup tau diri untuk tak kan masuk dalam kehidupanmu lagi. Jika kamu gak mau aq hubungi, aq gak akan menghubungimu asal kamu memang merasa nyaman karenanya. Jika terkadang aq masih ngeyel, itu karena aq masih ingin jd temanmu, jika kamu gak mau aq berharap padamu, aq akan menghapus harapan itu, aq tak kan menyinggung masalah hati lagi dgmu secara langsung. Aq hanya ingin kau tetap jadi temanq, teman yg mau mendengarq, teman yg mau memberiq nasihat, teman yg bisa q ajak berbagi saat aq bahagia, hanya itu. Tp sepertinya, aq memang gak pernah pantas jadi temanmu. Mungkin memang masih banyak kriteria yg gak q punya untuk bisa kau sebut sebagai ‘teman’.
izinkan aku mencintaimu..
sedikit puisi dari love on the blue sky-nya Mya Ye.
halaman terakhir, yang membuat saya menangis.
yeah. mungkin saya yang terlalu lebay,
atau mengingat seseorang.
entahlah.
izinkan aku mencintaimu
setulus cintamu kepadanya dulu
dengan memberikan kedua telingaku
untuk mendengarkanmu
izinkan aku mencintaimu
dengan cara sesederhana itu
bukan seperti lilin
menerangi ruang tak berlampu
bukan seperti rembulan
di malam gelapmu
hanya satu
menjadi bahu di saat lelahmu
izinkan aku mencintaimu
dengan cara sesederhana itu
dan aku berjanji
tuk selalu siap berbagi
dalam dukamu
ikut tertawa dalam sukamu
menghapus air matamu
menguatkan di saat lemahmu
mengingatkan tiap sesat pikiranmu
ya.
izinkan aku mencintaimu
sesederhana itu...
halaman terakhir, yang membuat saya menangis.
yeah. mungkin saya yang terlalu lebay,
atau mengingat seseorang.
entahlah.
izinkan aku mencintaimu
setulus cintamu kepadanya dulu
dengan memberikan kedua telingaku
untuk mendengarkanmu
izinkan aku mencintaimu
dengan cara sesederhana itu
bukan seperti lilin
menerangi ruang tak berlampu
bukan seperti rembulan
di malam gelapmu
hanya satu
menjadi bahu di saat lelahmu
izinkan aku mencintaimu
dengan cara sesederhana itu
dan aku berjanji
tuk selalu siap berbagi
dalam dukamu
ikut tertawa dalam sukamu
menghapus air matamu
menguatkan di saat lemahmu
mengingatkan tiap sesat pikiranmu
ya.
izinkan aku mencintaimu
sesederhana itu...
Indah Pada Waktunya :)
Dari Mya Ye dalam Love On The Blue Sky.
Hidup memang unik
serba penuh kejutan
tak bisa di duga
menjalani hidup
serasa menghadapi teka teki
atau puzzle.
kau tak akan pernah bisa
menebak garis hidupmu
apa yang akan kau lihat
kau alami, dan kau rasakan
senang dan sedih
tangis dan tawa
pertemuan dan perpisahan
akan selalu mewarnai hari-harimu
tidak peduli kau menolaknya
juga tidak peduli kau berjuang
untuk mendapatkannya
yang harus terjadi tetap mesti terjadi
benar apa yang dikatakan:
semua ada waktunya
ada waktu untuk bersuka
ada waktu untuk berduka
ada waktu untuk berdiam
ada waktu untuk berkata
kau tak boleh menyalahkan Tuhan karenanya
karena kau tak bisa menyelami pikiranNya
pikiranNya bukan pikiranmu
waktuNya bukan waktumu
rencanaNya bukan rencanamu
hanya satu yang mesti kamu lakukan selalu:
setialah terus.
dan percaya, semua yang kau alami
baik suka maupun duka
akan menjadi indah pada waktuNya
pun jika penantian dan doa itu
berujung pada kepedihan,
kehilangan, bahkan kematian
hanya satu pula yang perlu kau ketahui
Tuhan tak pernah meninggalkanmu
Senin, 09 Juli 2012
Kareshi :)
Pablo Neruda, Soneta XVII >>
aku tak mencintaimu seperti engkau adalah mawar
atau topas atau panah anyelir yang membakar
aku mencintaimu selayaknya beberapa hal terlarang dicintai
diam2, di sela2 bayangan dan sukma
aku mencintaimu seperti tetumbuhan yang urung mekar
dan membawa jiwa bunga2 itu di dalam dirinya
dan karena cintamu aroma bumi yang pekat
tumbuh diam2 di dalam tubuhku
aku mencintaimu tanpa mengerti bagaimana, sejak kapan, atau darimana
aku mencintaimu dengan sederhana, tanpa kebimbangan, tanpa kesombongan
aku mencintaimu seperti ini, karena tak ada cara lain untuk mencintai
disini, dimana "aku" dan "kau" tiada
begitu erat hingga tanganmu di atas dadaku adalah tanganku
begitu erat hingga kau tertidur, kelopak matakulah yang tertutup (Selorejo, 23 Juli 2007)
Rain Affair - Clara Canceriana >>
Dia menyatakan dan aku percaya
tapi ketika aku berusaha menemukan
kesungguhan di matanya
dia malah memasang kacamata hitam
untuk menyembunyikan dusta yang dia simpan disana (15 Mei 2010)
some people say "it's like a guilty pleasure"
i know he is lying to me but i keep wanting him
i thought, i've already felt in love with him
but the worst part is, i'm lying too (16 September 2011)
Here After - Mahir Perdana >>
suatu saat cinta itu pernah ada
dan aku melihatnya pergi
tanpa sempat ku cegah sama sekali
sejak itu hari2 terasa sulit untuk dijalani
aku bahkan sulit untuk tersenyum
pada bayanganku sendiri di cermin
karena saat itu aku tau
hanya aku sendiri yang terlihat disitu
meskipun kedengarannya tak masuk akal
sering aku berharap bisa membalikkan waktu
aku bahkan bersedia memberikan apa saja
supaya bisa mengucapkan apa yang terpendam
begitu saja di hati
suatu saat cinta itu pergi
menyisakan sejuta penyesalan
karena tak cukup sigap menahannya
tetap berada disini (03 Januari 2012)
aku tak mencintaimu seperti engkau adalah mawar
atau topas atau panah anyelir yang membakar
aku mencintaimu selayaknya beberapa hal terlarang dicintai
diam2, di sela2 bayangan dan sukma
aku mencintaimu seperti tetumbuhan yang urung mekar
dan membawa jiwa bunga2 itu di dalam dirinya
dan karena cintamu aroma bumi yang pekat
tumbuh diam2 di dalam tubuhku
aku mencintaimu tanpa mengerti bagaimana, sejak kapan, atau darimana
aku mencintaimu dengan sederhana, tanpa kebimbangan, tanpa kesombongan
aku mencintaimu seperti ini, karena tak ada cara lain untuk mencintai
disini, dimana "aku" dan "kau" tiada
begitu erat hingga tanganmu di atas dadaku adalah tanganku
begitu erat hingga kau tertidur, kelopak matakulah yang tertutup (Selorejo, 23 Juli 2007)
Rain Affair - Clara Canceriana >>
Dia menyatakan dan aku percaya
tapi ketika aku berusaha menemukan
kesungguhan di matanya
dia malah memasang kacamata hitam
untuk menyembunyikan dusta yang dia simpan disana (15 Mei 2010)
some people say "it's like a guilty pleasure"
i know he is lying to me but i keep wanting him
i thought, i've already felt in love with him
but the worst part is, i'm lying too (16 September 2011)
Here After - Mahir Perdana >>
suatu saat cinta itu pernah ada
dan aku melihatnya pergi
tanpa sempat ku cegah sama sekali
sejak itu hari2 terasa sulit untuk dijalani
aku bahkan sulit untuk tersenyum
pada bayanganku sendiri di cermin
karena saat itu aku tau
hanya aku sendiri yang terlihat disitu
meskipun kedengarannya tak masuk akal
sering aku berharap bisa membalikkan waktu
aku bahkan bersedia memberikan apa saja
supaya bisa mengucapkan apa yang terpendam
begitu saja di hati
suatu saat cinta itu pergi
menyisakan sejuta penyesalan
karena tak cukup sigap menahannya
tetap berada disini (03 Januari 2012)
Kamis, 05 Juli 2012
Look What You Have Done - JET
no comment
no mention
no tag
just look,
listen,
and sing :)
listen,
and sing :)
begini liriknya kira2:
take my photo off the wall
if it just wont sing for you.
coz' all thats left has gone away
and theres nothing there for you to prove.
oh, look what you've done
you've made a fool of everyone.
oh, well, it seems like such fun
until you lose what you have won.give me back me point view
coz' i just cant think for you.
i can hardly hear you say
what should i do?
well, you choose
ake my photo off the wall
if it just wont sing for you.
coz' all thats left has gone away
and there nothing there for you to do.
Rabu, 04 Juli 2012
Teman2 2009 :)
Langganan:
Postingan (Atom)









