Cinta yang ikhlas. Seperti apa?
Cinta yang ikhlas.
Ku ingin bercerita tentang arti cinta yang ikhlas.
Bukan. Bukan arti
cinta yang ikhlas,
tapi bagaimana
cara mencintai seseorang dengan ikhlas.
Dari pengalaman
pribadi, akhirnya ku tau cara mencintaimu dengan ikhlas.
Jujur saja, nggak usah munak. Dulu ku
mencintaimu dengan sangat tidak ikhlas.
Banyak menuntut.
Menuntut untuk
kamu ingat hari ulang tahunku,
dan disaat kamu
hanya ingat saat hari ulang tahunku hampir habis, aku malah marah karena aku merasa kamu
melupakanku,
padahal mungkin
kamu memang tidak terbiasa dengan ulang tahunku di ‘tanggal’ itu.
Menuntut agar kamu
mau sms duluan atau membalas sms2 yang kukirimkan.
Menuntut untuk
mengconfirm friend requestku, bukan malah memblokirku, meski mungkin tujuanmu
baik,
agar aku bisa
sadar bahwa kau tidak ingin aku sakit hati jika suatu saat nanti aku tau kamu
telah memiliki kekasih lain.
Mungkin.
Tapi ku tak pernah mau menyadarinya karena
obsesiku yang begitu besar.
Obsesiku yang
ingin sekali mengalahkan takdir bahwa aku bisa memilikimu dengan caraku
sendiri.
Mungkin karena itulah Tuhan tidak
mengizinkanmu untuk bersamaku. Kasihan di kamunya, yeah maybe.
Sekarang, aku
mencintaimu dengan cara yang berbeda.
Mencintaimu secara
ikhlas.
Ikhlas dan tidak
menuntut apapun.
Ikhlas jika aku
tak bisa memilikimu.
Ikhlas jika
melihatmu tertawa bahagia bersama orang lain.
Aku mencintaimu,
berarti aku senang melihatmu bahagia.
Bersama siapapun
itu.
Dan benar.
Dengan cara
seperti ini, aku sungguh bisa merasakan yang namanya bahagia karena cinta.
Meski ku tak bisa
memilikimu.
Tapi tau kau baik2
saja.
Itu sudah sangat
lebih dari cukup buatku.
Terima kasih
Planktonku.
Karenamu aku bisa
mencintaimu dengan cara yang dewasa.
Karenamu aku tau
dimana kesalahanku.
Terima kasih telah
mengajarkanku arti kedewasaan.
Aku minta maaf
jika ku tak mengucapkan selamat dihari ulang tahunmu.
bukan ku lupa.
sama sekali NGGAK.
aku hany tak ingin mengganggu kehidupanmu lagi.
Saat kau
memblokirku.
Aku berpikir kenapa
kau melakukannya.
Bukannya aku
nethink.
Aku hanya mencoba
menerka isi kepalamu.
Hingga akhirnya
aku menemukan suatu kesimpulan.
Jika kamu memang
nggak ingin menyakitiku karena aku seringnya mengeluh
Kamu harus tega
‘membuang’ku dari hidupmu.
Dengan begini aku
juga bisa mencoba untuk move on.
Dan yah, aku
berhasil.
Hidupku jauh lebih
baik dan lebih fokus.
Aku selalu berdoa
kepada Tuhan.
Jika memang Dia
berniat mempertemukanku denganmu lagi.
Aku ingin Dia
mempertemukan kita saat kita sudah benar2 jadi ‘somebody’, bukan ‘anybody’
lagi.
Aku ingin
mengucapkan maaf, terima kasih, dan selamat.
Aku ingin
mengucapkan maaf atas semua kesalahanku
di masa lalu.
Aku ingin
mengucapkan terima kasih karena kau telah mengubah pola pikirku.
Aku ingin
mengucapkan selamat karena semua cita2mu telah tercapai.
Aku masih ingat
tentang impianmu untuk melanjutkan S2 ke Jepang, jadi menteri kelautan dan
perikanan, dan menemukan pendamping hidup yang benar2 sesuai dengan
keinginanmu.
Aku ingin melihat
kesuksesan itu melekat seluruhnya padamu.
Sehingga aku akan
bangga.
Planktonku yang
dulu manja, polos, baik hati, tapi agak sedikit nakal itu.
Telah menjadi
lelaki dewasa yang sangat bertanggung jawab.
Aku mencintaimu di
dalam doaku Plankton.
Terima kasih untuk
lagu2 yang pernah kau nyanyikan dengan gitar itu.
May Allah olwez
bless yu. Thanx for everything, positive thinking. Luph u soooo mach :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar